Manajemen dan Kepemimpinan

Mobil & Sopir (Management & Leadership) 18 04 2009 Manajemen dan Kepemimpinan Mutu Dalam Islam By M.DaudYahTotal Quality Management.

Sistem mutu terpadu (Total Quality System) sebagai suatu pendekatan dalam proses kebijakan atau manajemen yang berusaha untuk mengefektifkan kinerja institusi melalui perbaikan mutu berkelanjutan (Sechneifer, 2007). Dalam total quality system ada manajemen sebagai bentuk tatakelola program pada satu sisi dan kebijakan sebagai motor penggerak pada sisi yang lain. Perbaikan mutu berkelanjutan yang akan menjadi sasaran kebijakan dan penataan manajemen di sektor lembaga pendidikan dapat berupa peningkatan kesempatan memperoleh pendidikan lanjutan, tata kelola organisasi, pengembangan institusi, penjaminan mutu, akreditasi mutu dan sebagainya. Dengan demikian sistem mutu adalah totalitas seluruh kebijakan manajemen dan program yang akan dilaksanakan dari hulu sampai ke hilir. Untuk menjaga konsistensi kebijakan mutu dan penataan manajemen mutu, diperlukan tahapan mutu berkelanjutan berbasis perencanaan mutu strategik(Allien, 2008). Jadi sistem manajemen mutu merupakan manajemen yang fokus pada kepuasan pelanggan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak secara bermutu pada tiap unitnya (total quality), dilakukan perbaikan terus menerus terhadap keluhan kepuasan pelanggan, dikomandoi oleh pemimpin yang memotivasi, menggerakkan semua pihak dalam pencapaian kepuasan pelanggan. Manajemen bisa dimaknai yudabbiru, yunadzdzimu misalnya ayat yudabbirul amra minas sama’i, atau dalam suatu ungkapan al haqqu bila nizhamin yaghlibuhul bathilu bi nizhamin. Merujuk kepada Alquran salah satu ayat yang berkenaan dengan mutu yakni al qawiyyu al amin (kuat/bermutu dan terpercaya (trust). Sekurangnya ayat ini mengungkapkan bahwa mutu mesti dibarengi dengan asas kepercayaan. Bagaimana supaya dapat kepercayaan? Pemakai akan percaya kalau mereka puas senang dengan produk kita, oleh karena itu kepuasan pelanggan pemakai mesti menjadi prioritas produk supaya bermutu terpercaya (al qawiyyu al amin), bermutu terpercaya = hakikat mutu sejati. Hadist terkait mutu misalnya : Mukmin yang kuat/bermutu adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah (tak/kurang bermutu),  hadits lain : Barangsiapa yang harinya lebih baik daripada hari yang kemarin maka ia  telah beruntung. Ayat Alquran juga menganjurkan mutu berkelanjutan misalnya “sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum sehingga kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada dirinya. Hadits mengungkapkan bahwa barangsiapa yang harinya lebih baik dari hari kemarin maka ia telah beruntung.Hadits lain yakni pemimpin adalah pelayan umatm. Umat merasa puas dengan pelayanan pemimpin. Ada ayat dan hadits yang berbicara tentang indikator seperti indikator orang taqwa, indikator munafik, indikator kekasih Allah misalnya alladziina aamanuuu wa kaaa nuuu yattaquuun. Manajemen adalah ibarat sebuah mobil. Lalu siapa yang mengemudikan mobil? Disinilah perlunya leader/pemimpin yakni sopir yang pandai mengemudikan mobil. Sebagus apapun mobil semisal mobil BMW Marcedes tapi nggak ada yang nyopir tentu mobil akan tak berguna. Begitupun kalau sopirnya juga nggak pandai tentu mobil akan mogok dan seterusnya. Inti administrasi adalah manajemen, inti manajemen adalah leadership, inti leadership adalah human relation,untuk menggerakkan, memotivasi, bertanggung jawab, untuk bekerjasama mencapai tujuan organisasi yang telah disepakati bersama, maka ada istilah kecerdasan hubungan (relationship intelligence), dalam Islam ada istilah silaturrahmi (human relation, networking) yang bisa memperluas rezki. Dalam hal leadership Alquran misalnya menyebutkan al Qawiyyu al Amin (kuat/bermutu dan terpercaya (trust). Dalam ayat lain yakni bashthatan fil ilmi wal jismi (luas dalam pengetahuan dan fisik (kuat paripurna). Hadits mengatakan pemimpin adalah khadimul ummah (pelayan masyarakat), hadits “Sebaik-baiknya pemimpin kamu adalah mereka yang kamu cintai dan mereka pun cinta kepadamu, kamu menghormati mereka dan mereka menghormatimu. Sejelek-jelek pemimpin kamu adalah mereka yang kamu benci dan mereka pun benci kepadamu, kamu melaknat mereka dan mereka pun melaknatmu”. Rasulullah mengisyaratkan umat sebagai bangunan (kal-bunyan). “Umat Islam harus mencamkan hadits Nabi Muhammad; Tidak ada dari seorang pemimpin yang memimpin urusan Muslim lalu ia tidak bersungguh-sungguh memperjuangkan dan menasihati mereka, kecuali ia tidak akan masuk surga dengan mereka,” Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa yang diserahi kekuasaan urusan manusia lalu menghindar (mengelak) melayani kaum lemah dan orang-orang yang membutuhkannya, maka Allah tidak akan mengindahkannya pada hari kiamat (HR. Ahmad). Rasulullah Saw bersabda: Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinan kamu (HR. Bukhari dan Muslim). Rasulullah Saw bersabda: Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka (HR. Abu Na’im), mendo’akan dan menyukai rakyat, mas ulun ‘an ra’iyyatihi (bertanggung jawab terhadap rakyatnya). Ulama mengatakan sifat leadership Nabi yakni shiddiq, amanah, tabligh, fathanah. Sekitar Jam 9.00 18 April 2009. Wa Allaahu A’lam « Bangsa Tempe Islamisasi Iptek dan Subyek Pelakunya By M.Daud Yah »

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s