Spirit Maulid Nabi Muhammad SAW

Spirit Maulid Nabi Muhammad Saw
by M Daud Yahya
Peringatan maulid Nabi Muhammad saw merupakan bentuk tradisi agama (religion culture), yang tak ada perintah dan tak ada larangan, dilakukan selama tidak ada unsur syirik, tidak bertentangan dengan ‘urf syar’i, tidak bertentangan dengan dalil umum suatu nash alquran hadits.

Kenapa suatu peringatan menjadi perlu? Karena manusia siapapun orangnya tentu pernah salah, tak luput dari kesalahan, sebab manusia punya natur daya insani alam bawah sadar, yang terkadang bisa membuat manusia lalai. Oleh karena, suatu peringatan menjadi perlu, supaya suatu kelalaian, kealfaan, bisa meningkat menjadi berada dalam alam sadar, tumbuhnya kesadaran diri (self awareness), kesadaran kritis, bahkan bisa meningkat menjadi supra kesadaran, kesadaran tertinggi manusia, fitrah ilaahiyyah.

Sudah dimaklumi, bahwa pengakuan terhadap keberhasilan Nabi Muhammad saw tidak hanya oleh kalangan sarjana ilmuwan Islam, tapi juga oleh sebagian kalangan sarjana ilmuwan barat (meski ada juga sarjana ilmuwan barat yang bernada tak simpatik, bahkan menolak kenabian). Indikator yang dipakai, bahwa beliau saw tidak hanya berhasil sebagai pemimpin agama, tapi juga sebagai pemimpin dunia. Beliau saw punya kecerdasan nabi/kenabian (the Prophetic Intelligence).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw memang seyogyanya tidak semata bersifat seremonial, pemborosan, yang kurang berdampak pada sosial, social justice, ekonomi, pendidikan, dsb. Tidak semata berisi puji-pujian, shalawat saja (meski hal ini juga perlu karena ada perintah-Nya), tapi juga bagaimana bisa mengambil spirit perjuangan, keteladanan, aplikasi ajaran, sebagai estafet kesinambungan benang sejarah, kesinambungan misi kerasulan, makaarimal akhlaak, rahmatan lil ‘aalamiin.

Semoga kita semuanya bisa mendapat petunjuk, bimbingan, sesuai kemampuan, sesuai kapasitas diri kita masing-masing, aamiin. Meski barangkali sulit sempurna, mustahil sempurna, tapi setidaknya yang terpenting adalah bahwa kita mempunyai spirit, wattaqullaah mastatha’tum. Wa Allaahu A’lam.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s